Analisis Dampak Limbah Makanan dan Desain Komunikasi Visual Sebagai Media Edukasi
Abstract
Limbah makanan menjadi tantangan signifikan bagi lingkungan dan ekonomi global, menyumbang sekitar 10% emisi gas rumah kaca setiap tahun. Sekitar 17% makanan dunia tidak pernah dikonsumsi, menyebabkan kerugian ekonomi hingga 936 miliar dolar AS per tahun menurut Food and Agriculture (FAO). Selain itu, limbah makanan menyia-nyiakan sumber daya penting seperti air, energi, dan tenaga kerja. Gas metana dari dekomposisi limbah ini memperburuk perubahan iklim dengan dampak rumah kaca 28 kali lebih kuat dibanding karbon dioksida, Edukasi interaktif secara desain komunikasi visual menjadi strategi efektif untuk mengatasi masalah ini. Melalui permainan edukasi, aplikasi digital, kampanye media sosial, dan program pengurangan limbah di sektor retail serta restoran, publik dapat lebih sadar akan pentingnya konsumsi bertanggung jawab. Pendekatan ini terbukti menjanjikan dalam mengurangi limbah dan emisi gas rumah kaca, Penelitian ini menganalisis dampak lingkungan dan ekonomi dari limbah makanan serta mengevaluasi efektivitas edukasi interaktif. Metode campuran (mixed methods) digunakan, menggabungkan pendekatan kualitatif dan kuantitatif untuk memperoleh wawasan mendalam. Solusi ini diharapkan dapat mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan terkait konsumsi dan produksi yang bertanggung jawab.