ARDVIS https://ardvis.upnjatim.ac.id/index.php/ardvis <p>Jurnal ARDVIS merupakan publikasi ilmiah yang diprakarsai oleh Program Studi Desain Komunikasi Visual (DKV) Universitas Pembangunan Nasional "Veteran" Jawa Timur (UPNVJT). Jurnal ini berfungsi sebagai wadah bagi para akademisi, peneliti, praktisi, dan mahasiswa untuk mengemukakan hasil pemikiran dan penelitian mereka dalam bidang desain komunikasi visual. Dengan fokus pada inovasi, kreativitas, dan aplikasi praktis, Jurnal ARDVIS berkomitmen untuk memajukan pengetahuan dan pemahaman dalam disiplin desain.</p> oleh Program Studi Desain Komunikasi Visual, Fakultas Arsitektur dan Desain, Universitas Pembangunan Nasional "Veteran" Jawa Timur, Indonesia. en-US ARDVIS Analisis Objektifikasi Perempuan dan Pelanggaran Etika Pariwara Dalam Campaign Media Sosial Feels Coffee Semarang https://ardvis.upnjatim.ac.id/index.php/ardvis/article/view/92 <p>Perkembangan media sosial telah mengubah pola komunikasi pemasaran dalam industri bisnis modern. Brand tidak lagi hanya berfokus pada penyampaian informasi produk, tetapi juga menciptakan strategi komunikasi yang mampu menarik perhatian publik secara cepat melalui viral marketing. Namun, dalam prakteknya, banyak strategi pemasaran digital yang mengabaikan etika komunikasi demi memperoleh engagement tinggi di media sosial. Salah satu kasus yang menjadi sorotan publik adalah campaign Instagram Feels Coffee dengan slogan “Ngenal Total Barista” yang disingkat menjadi istilah vulgar “ngentot”. Meskipun pihak brand mengklaim istilah tersebut merupakan singkatan dari “ngenal total”, penggunaan diksi tersebut tetap menimbulkan konotasi seksual yang kuat di masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk pelanggaran Etika Pariwara Indonesia (EPI) pada campaign Feels Coffee serta mengkaji representasi perempuan dalam konten promosi tersebut.&nbsp;</p> <p>&nbsp;</p> <p>Penelitian menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa dokumentasi dan studi pustaka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa campaign tersebut mengandung unsur eksploitasi seksual, objektifikasi perempuan, penggunaan diksi vulgar, serta komodifikasi identitas religius perempuan demi kepentingan viral marketing. Konten tersebut dinilai melanggar prinsip Etika Pariwara Indonesia terkait norma kesopanan, penghormatan terhadap martabat manusia, dan larangan eksploitasi seksual dalam iklan. Penelitian ini menegaskan pentingnya etika komunikasi digital dalam industri kreatif dan pemasaran media sosial agar strategi promosi tidak menormalisasi pelecehan seksual maupun merendahkan kelompok tertentu.</p> <p>&nbsp;</p> Rahma Dwi Aulia Akhmad Rizky Affandi Pungky Febi Arifianto Copyright (c) 2026 ARDVIS 2026-07-16 2026-07-16 2 2 1 8 Analisis Kemiripan Visual Iklan Pop Ice Candy Series x JKT48 terhadap Music Video O.O NMIXX https://ardvis.upnjatim.ac.id/index.php/ardvis/article/view/99 <p>Media audiovisual menjadi salah satu media komunikasi yang berkembang pesat di era digital karena mampu menyampaikan pesan melalui perpaduan unsur visual, audio, dan narasi secara menarik. Dalam industri kreatif, tuntutan untuk terus menghasilkan konten yang inovatif dan relevan sering kali memunculkan dugaan plagiarisme akibat adanya kemiripan antar karya audiovisual. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dugaan kemiripan unsur visual pada iklan Pop Ice Candy Series X JKT48 “Playlist Aku Tiap Hari” terhadap music video “O.O” milik NMIXX yang ramai diperbincangkan oleh penggemar NMIXX di media sosial. Metode penelitian dilakukan melalui analisis visual terhadap beberapa adegan yang dianggap memiliki kemiripan. Hasil penelitian menunjukkan adanya kesamaan pada konsep visual, alur cerita, pemilihan latar, penggunaan transisi adegan, serta penggambaran aktivitas para tokoh dalam kedua karya audiovisual tersebut. Temuan ini menunjukkan bahwa kemiripan visual dalam media audiovisual dapat memunculkan berbagai interpretasi di tengah masyarakat, mulai dari inspirasi visual hingga tuduhan plagiarisme.</p> Wiwit Suryaning Wulan Deamarilis Sonia Pramono Pungky Febi Arifianto Copyright (c) 2026 ARDVIS 2026-07-16 2026-07-16 2 2 9 14 Analisis Semiotika Roland Barthes Terhadap Poster Film Legenda Kelam Malin Kundang https://ardvis.upnjatim.ac.id/index.php/ardvis/article/view/112 <p>Legenda Malin Kundang merupakan cerita rakyat Indonesia yang sangat dikenal masyarakat dan lekat dengan budaya serta moral mengenai kedurhakaan kepada orang tua. Kisah tersebut kemudian diangkat dalam film Legenda Kelam Malin Kundang oleh Joko Anwar dengan pendekatan yang lebih modern dan mengikuti perkembangan perfilman masa kini. Penelitian ini berfokus pada analisis simbol-simbol visual dalam poster film Legenda Kelam Malin Kundang menggunakan teori semiotika Roland Barthes. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui makna di balik poster film Legenda Kelam Malin Kundang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis semiotika dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Data dikumpulkan melalui studi literatur dan analisis pada poster film tersebut. Elemen visual seperti ekspresi pada tokoh dan latar suasana dianalisis untuk mendeskripsikan makna denotatif, konotatif dan mitos yang berkaitan dengan karakter tokoh. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa poster film Legenda Kelam Malin Kundang relevan dianalisis menggunakan metode semiotika Roland Barthes.</p> <p>&nbsp;</p> <p>&nbsp;</p> Aditya Rahman Yani Rajwa Amany Thalawah Uqbah Aulia Maudy Dwi Lestari Copyright (c) 2026 ARDVIS 2026-07-17 2026-07-17 2 2 15 23 ANALISIS SEMIOTIKA POSTER THE BOYS FINAL SEASON EDISI HOMELANDER DENGAN METODE ROLAND BARTHES https://ardvis.upnjatim.ac.id/index.php/ardvis/article/view/133 <p>Poster Homelander: Justice Served yang muncul pada Season 5 (Final Season) serial The Boys 2026 merupakan parodi visual dari poster promosi film Superman milik DC Studios, 2025. Poster ini menempatkan Homelander, tokoh antagonis film The Boys yang keterbalikan arketipe pahlawan Superman. Penelitian ini menganalisis tanda-tanda visual dalam poster tersebut menggunakan metode semiotika Roland Barthes dengan dua pemaknaan: denotasi dan konotasi, serta mitos. Analisis mencakup elemen visual meliputi pose tubuh, kostum, warna, tipografi, dan tagline Justice Served. Analisis berisi sebagai kritik terhadap pembuatan karakter yang heroisme dalam budaya populer, dengan menggunakan strategi parodi untuk mengungkap kontradiksi antara citra pahlawan dan perilaku fasis. Poster ini menggambarkan sebagai karya satir dan sisi gelap dari karakter heroisme.</p> Adelina Dwi Nastiti - Jemina Abigael Putri Lumbangaol Sri Wulandari Copyright (c) 2026 ARDVIS 2026-07-17 2026-07-17 2 2 24 32 Membaca Makna Visual poster Film Tenung dengan Semiotika Roland Barthes https://ardvis.upnjatim.ac.id/index.php/ardvis/article/view/128 <p>Poster film adalah media promosi yang di dalamnya terdapat elemen-elemen visual seperti tanda, mitos dan ideologi. Makna terkandung dalam tanda-tanda yang disusun bertujuan untuk membuat audiens memahami makna atau pesan mengenai gambaran dari isi film. Penelitian ini bertujuan menganalisis makna elemen visual dan objek pada poster film “Tenung” menggunakan teori semiotika Roland Barthes untuk menganalisis dan memahami makna yang disampaikan melalui tiga tingkat makna yakni denotasi dan konotasi, serta tahap mitos yang mengandung ideologi tersembunyi didalam tanda-tanda. metode penelitian yang digunakan yaitu pendekatan kualitatif yang bersifat deskriptif. Hasil dari analisis menunjukkan bahwa secara denotasi, elemen visual seperti pencahayaan yang kontras, palet warna yang gelap, dan simbol-simbol okultisme pada poster menciptakan efek horor yang menegangkan. Sedangkan secara konotasi, makna sosial budaya dan relasi antar objek membangun atmosfer mistis, bahaya, dan misteri. Pada tahap mitos, poster film “Tenung” mempresentasikan mitos lokal dari masyarakat Indonesia mengenai kucing hitam yang membawa petaka di dekat mayat dan dampak buruk dari ilmu hitam.</p> Naila Asilah Fadya Ica Erlinda Leta Sumarsono Ninik Tri Ambarwati Copyright (c) 2026 ARDVIS 2026-07-17 2026-07-17 2 2 33 42 Analisis Semiotika Roland Barthes Pada Poster Film “Na Willa” https://ardvis.upnjatim.ac.id/index.php/ardvis/article/view/91 <p>ABSTRAK<br>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tanda-tanda visual pada poster film Na Willa (2026) karya sutradara Ryan Adriandhy yang diadaptasi dari novel karya Reda Gaudiamo. Film ini mengisahkan kehidupan dan petualangan seorang gadis kecil berusia enam tahun yang tinggal di sebuah gang di pinggiran Kota Surabaya pada dekade 1960-an. Pendekatan yang digunakan adalah semiotika dua tataran Roland Barthes, meliputi analisis denotasi, konotasi, dan mitos. Setiap elemen visual pada poster, mulai dari sosok anak Perempuan, toples kaleng berwarna merah berisi kerupuk, radio tua bergaya retro, hingga seikat pisang dan bunga-bunga kuning, dikaji secara mendalam kaitannya dengan narasi film dan konteks sosial-budaya Indonesia era 1960-an. Hasil analisis menunjukkan bahwa poster film Na Willa secara visual berhasil merepresentasikan dunia seorang anak kampung yang imajinatif, penuh semangat, dan hidup dalam kesederhanaan yang hangat. Mitos yang terkandung dalam poster ini berkaitan dengan kenangan kolektif tentang kehidupan kampung Surabaya tempo dulu, keajaiban sudut pandang anak-anak, serta nostalgia budaya Indonesia pra-modernisasi. Penelitian ini diharapkan memberikan kontribusi dalam kajian komunikasi visual dan representasi budaya lokal dalam industri film Indonesia.</p> Jessica Amelia Maharani Rarasati Pungky Febi Arifianto Copyright (c) 2026 ARDVIS 2026-07-17 2026-07-17 2 2 43 48