ARDVIS
https://ardvis.upnjatim.ac.id/index.php/ardvis
<p>Jurnal ARDVIS merupakan publikasi ilmiah yang diprakarsai oleh Program Studi Desain Komunikasi Visual (DKV) Universitas Pembangunan Nasional "Veteran" Jawa Timur (UPNVJT). Jurnal ini berfungsi sebagai wadah bagi para akademisi, peneliti, praktisi, dan mahasiswa untuk mengemukakan hasil pemikiran dan penelitian mereka dalam bidang desain komunikasi visual. Dengan fokus pada inovasi, kreativitas, dan aplikasi praktis, Jurnal ARDVIS berkomitmen untuk memajukan pengetahuan dan pemahaman dalam disiplin desain.</p>oleh Program Studi Desain Komunikasi Visual, Fakultas Arsitektur dan Desain, Universitas Pembangunan Nasional "Veteran" Jawa Timur, Indonesia.en-USARDVIS3164-161XAnalisis Desain Antarmuka Pada Website cretivox.com Sebagai Representasi Budaya Populer Gen Z Di Indonesia
https://ardvis.upnjatim.ac.id/index.php/ardvis/article/view/78
<p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis desain antarmuka (UI) dan pengalaman pengguna (UX) pada <em>website </em>Cretivox.com sebagai representasi budaya populer Generasi Z dalam konteks industri kreatif digital di Indonesia. Cretivox.com dipilih sebagai objek penelitian karena memposisikan <em>website </em>tidak hanya sebagai media informasi, tetapi juga sebagai ruang branding dan portofolio kreatif yang menyasar audiens <em>digital-native</em>. Penelitian ini menggunakan pendekatan <em>mixed methods </em>dengan mengombinasikan metode kuantitatif dan kualitatif. Data kuantitatif diperoleh melalui kuesioner tertutup dengan skala Likert untuk mengukur persepsi pengguna terhadap aspek visual, navigasi, kenyamanan, dan relevansi konten. Sementara itu, data kualitatif dikumpulkan melalui pertanyaan terbuka dan dianalisis menggunakan kerangka SWOT untuk mengidentifikasi kekuatan, kelemahan, peluang, dan tantangan desain <em>website</em>. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Cretivox.com memiliki kekuatan pada konsistensi visual, karakter desain yang selaras dengan selera Generasi Z, serta pendekatan konten yang adaptif terhadap preferensi visual pengguna. Namun, ditemukan pula keterbatasan pada aspek navigasi dan struktur informasi yang memengaruhi pengalaman pengguna. Penelitian ini diharapkan dapat berkontribusi pada pengembangan kajian UI/UX website kreatif serta mendukung pertumbuhan industri kreatif digital yang sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) poin 8.</p>Raihan Raihan Azfa MahardikaInko Sakti Dewanto
Copyright (c) 2026 ARDVIS
2026-08-312026-08-312311010.33005/ardvis.v2i3.78Analisis Dugaan Plagiarisme Desain Karakter pada Film Animasi Merah Putih: One for All
https://ardvis.upnjatim.ac.id/index.php/ardvis/article/view/123
<p>Perkembangan teknologi digital berdampak besar memudahkan proses produksi pada industri animasi. Hal itu pula yang mendorong adanya pasar aset digital. Namun kemudahan tersebut juga memunculkan berbagai persoalan mengenai hak cipta dan plagiarisme. Salah satu kasus yang menjadi perhatian publik adalah dugaan plagiarisme aset karakter pada film Merah Putih: One for All pada karya animator asal Pakistan, Junaid Miran. Penelitian ini menganalisis bentuk-bentuk plagiarisme yang terdapat pada karakter Brendi di film Merah Putih: One For All dengan karakter Jayden buatan Junaid Miran. Metode yang digunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif komparatif. Pengumpulan data penelitian melalui berbagai dokumen dan studi pustaka. Hasil penelitian mengungkap bahwa karakter Brendi memiliki karakteristik yang mirip dengan Jayden.</p>Sekar Dyah Gayatri AbidinNasya Vania AzaliaAditya Rahman Yani
Copyright (c) 2026 ARDVIS
2026-08-312026-08-3123112010.33005/ardvis.v2i3.123Analisis Semiotika Roland Barthes Terhadap Poster Film K-Pop Demons Hunters
https://ardvis.upnjatim.ac.id/index.php/ardvis/article/view/102
<p>Penelitian ini menganalisis poster film series Netflix "K-Pop Demon Hunters" (2025) menggunakan pendekatan semiotika Roland Barthes. Poster film berfungsi sebagai media komunikasi visual yang efektif untuk menyampaikan tema naratif dan pesan tersembunyi melalui tanda-tanda tertentu. Tujuan dari penelitian ini adalah membedah elemen-elemen visual pada poster guna mengungkap makna denotasi, konotasi, serta mitos yang terkandung di dalamnya. Menggunakan metode deskriptif kualitatif, analisis difokuskan pada tipografi visual, palet warna, tata letak karakter, dan ikonografi budaya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa poster ini berhasil mengonstruksi mitos modern yang mengintegrasikan budaya idola K-Pop kontemporer dengan warisan supranatural tradisional Korea Selatan (shamanisme). Melalui kontras visual yang dualistik—antara panggung neon yang semarak dan dunia bawah yang gelap—poster ini membangun ideologi baru di mana idola pop didefinisikan ulang sebagai pahlawan pelindung masyarakat modern sekaligus mempertahankan relevansi identitas budaya lokal di ranah global. </p>Widiarini Lintang Elok PermataningatiTities Triastuti Ihda Firkriana Pungky Febi Ariyanto
Copyright (c) 2026 ARDVIS
2026-08-312026-08-3123212610.33005/ardvis.v2i3.102Analisis Semiotika Roland Barthes pada Poster Film 28 Years Later: Analisis Denotasi, Konotasi, dan Mitos pada Tanda Visual Media Komunikasi
https://ardvis.upnjatim.ac.id/index.php/ardvis/article/view/115
<p>Analisis sebuah karya visual pada umumnya bertujuan untuk menggali makna tersembunyi yang sengaja dikonstruksi oleh pembuat poster. Sejalan dengan hal tersebut, penelitian ini juga memiliki tujuan yang sama, yaitu membedah bagaimana poster film <em>28 Years Later</em> menyampaikan sebagian representasi film melalui sebuah gambar dan bagaimana poster tersebut mengandung elemen visual yang dapat memengaruhi emosi audiens sehingga memberi kesan teror dan menegangkan. Metode yang digunakan dalam analisis poster 28 Years Later adalah metode semiotika Roland Barthes, melalui teorinya yang berfokus pada denotasi, konotasi, dan mitos. Dengan begitu, poster ini tidak hanya berfungsi sebagai alat promosi film 28 Years Later, tetapi juga berhasil menyampaikan representasi film dengan baik.</p>Abdilla Arsyistawa arsyistawaWidya Ayu SafitriAditya Rahman Yani
Copyright (c) 2026 ARDVIS
2026-08-312026-08-3123273610.33005/ardvis.v2i3.115Analisis Kemiripan Identitas Visual Brand Chikuro Indonesia dan Chikuro Malaysia dalam Perspektif Desain Komunikasi Visual
https://ardvis.upnjatim.ac.id/index.php/ardvis/article/view/93
<p>Perkembangan industri kreatif dan digital mendorong meningkatnya persaingan antarbrand dalam membangun identitas visual yang kuat dan mudah dikenali masyarakat. Dalam konteks tersebut, orisinalitas desain menjadi aspek penting untuk menjaga nilai estetika, kepercayaan konsumen, serta hak kekayaan intelektual suatu merek. Penelitian ini membahas dugaan kemiripan identitas visual antara brand Chikuro Indonesia sebagai pihak yang lebih dahulu menggunakan identitas merek tertentu dengan Chikuro Malaysia yang memiliki elemen visual serupa. Penelitian dilakukan menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan analisis visual terhadap elemen desain seperti logo, tipografi, warna, konsep branding, dan gaya promosi. Hasil penelitian menunjukkan adanya sejumlah persamaan signifikan pada identitas visual kedua brand yang berpotensi menimbulkan kebingungan konsumen dan memunculkan indikasi plagiarisme desain. Penelitian ini menegaskan pentingnya perlindungan hak cipta dan etika desain dalam industri kreatif agar tercipta persaingan yang sehat dan menghargai karya orisinal.</p>Mohammad Ghifari Hedy AttarizqyZahra Syakira KultsumPungky Febi Arifianto
Copyright (c) 2026 ARDVIS
2026-08-312026-08-3123374410.33005/ardvis.v2i3.93Analisis Poster Film Janur Ireng: Sewu Dino The Prequel Berdasarkan Teori Denotasi, Konotasi, dan Mitos Roland Barthes
https://ardvis.upnjatim.ac.id/index.php/ardvis/article/view/117
<p>Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi unsur-unsur semiotika dalam poster film Janur Ireng: Sewu Dino The Prequel (2025) dengan mengimplementasikan metode semiotika Roland Barthes. Latar belakang kajian ini berfokus pada pentingnya memahami bagaimana aspek visual poster film horor yang bertemakan tradisi dan kepercayaan Jawa dapat menyampaikan pesan budaya yang kompleks kepada penonton. Poster tersebut menampilkan seorang perempuan dalam busana pengantin Jawa berwarna hitam yang dikelilingi elemen-elemen ritual seperti sesaji, dekorasi janur yang menghitam, serta motif kepala kambing bertanduk sebagai simbol sentral komposisi. Dalam analisis semiotika menurut Roland Barthes, setiap elemen dalam poster mulai dari warna, komposisi, tipografi, gestur, hingga sosok tersembunyi yang hanya tampak saat kecerahan dinaikkan memiliki makna denotasi, konotasi, dan mitos di dalamnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa poster film "Janur Ireng" berhasil mengkomunikasikan narasi tentang ritual yang telah ternoda, perjanjian supranatural (pesugihan), dan ancaman dari entitas gaib (ingon-ingon) melalui sistem tanda visual yang sangat terstruktur dan berlapis secara kultural.</p>Rizky Hidayat Putra Permana Firmansyah
Copyright (c) 2026 ARDVIS
2026-08-312026-08-3123455810.33005/ardvis.v2i3.117